Hotspot di Dunkin Donat
Kemaren hari sabtu 23 Feb 2008, seperti minggu2 sebelumnya kita janjian keluar bareng2 bertiga, tapi kali ini kita ke Mall Taman Anggrek. Setelah muter-muter sebentar di mall itu sampai akhirnya ke tujuan kita yaitu Dunkin Donat.
Hahahaha, lucu deh. Kita pilih donat masing2 orang 4 biji, jadi jumlahnya selusin trus makan ditempat. Kita nyari meja tapi cuma dapat meja yg kecil, jadi tuh meja penuh piring ama minuman doang. Gw nengok kiri-kanan kayaknya cuman kita doang yg mesennya gitu banyak. Makan donat sampe eneg kata kebo. Saat ada meja kosong yg ada sofanya langsung Serbuuuu (alias pindah meja). Pindah meja jadi lebih nyaman buat ber internet ria (pake koneksinya Dunkin Donat). Setelah maen sekitar 2 jam dan username & password koneksi internetnya gak bisa berfungsi lagi kita maen monopoli bertiga. Asik2 sampe berakhirnya permainan kita saat laptopnya gun-gun kehabisan batere.
Abis itu kita pulang deh jam 9-an, gak tau lagi mau jalan kemana..
Stress makes you slow
Baru saja terpikir judul post aku kali ini yaitu “stress makes you slow”. Beberapa minggu ini aku merasa stress karena berbagai hal dimana salah satunya adalah tekanan untuk menyelesaikan skripsi karena skripsi ini sudah menjadi hal terpenting untuk segera diselesaikan semester ini. Pada saat mengerjakan ini tentunya ada juga beberapa hal yang cukup membuatku tertekan diantaranya adalah polusi suara. Dan polusi suara yang sangat tidak enak didengar itu sangat mengganggu karena dapat membuatku stress sehingga bukannya dapat mengerjakannya tapi malah membuat aku ingin melarikan diri dari mengerjakannya.Untunglah yang stress itu aku apabila orang lain yang stress dan kemudian diganggu mungkin saja sudah mengamuk dan marah besar. Karena aku cinta damai dan gak suka bertengkar dengan orang lain, walaupun begitu aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran. Beberapa hal yang aku pelajari minggu ini yaitu orang akan mudah marah pada saat stress, contohnya adalah seorang teman kuliahku yang stres gara-gara menggunakan joki programer untuk mengerjakan tugas kuliahnya dan ternyata programer itu gagal mengerjakan tepat waktu yang ditentukan. Dan saat aku yang menyapanya lewat Yahoo Messenger pada saat ia sedang kesal dengan programernya, ia membalas chat aku dengan gambar emoticon dan mogok untuk membicarakan hal lain di luar tugas kuliahnya itu. Aku hanya dapat berharap ia dapat berhasil menyelesaikan tugasnya itu.
Kembali ke polusi suara yang bikin aku stres, dan ternyata suara-suara dari lingkungan sekitar aku seperti suara sinetron Indonesia yang penuh bentakan( tau lah, itu sinetron Indonesia yang tampil di televisi itu setiap hari dari jaman dulu banget sampe sekarang memang isinya gak ada yg bermutu. Isinya cuma caci-maki, hinaan dan bentakan), suara mesin pembetulan jalan dan galian, dan polusi suara lainnya benar-benar membuatku kesal dan terganggu. Dan cara terbaik untuk mengatasi stres ini bukanlah melarikan diri kepada hal-hal yang tidak berguna seperti menonton movie, bermain game untuk mencari kesenangan sesaat yang menghabiskan waktu. Karena apabila dikejar deadline melarikan diri ke hal-hal tersebut untuk menurunkan stres bukan hal yang baik. Tetapi setelah mendengarkan musik yang menyenangkan hati dengan headphone sambil mengerjakan apa yang ingin aku kerjakan, aku menjadi lebih bersemangat mengerjakannya.
Sekarang aku lagi dengerin beberapa lagu-lagu rohani yang dapat menurunkan stres aku seperti: Mujizat itu nyata, Hidupku ajaib, Mujizat Allah, Mujizat terjadi, Tiada yang mustahil, Dia buka jalan, dan lain-lain.
D, varian C dan mimpi2 saya tentang akan datang
Pertama-tama saya bukan ahli dalam bahasa D ini, tetapi saya hanyalah seorang pemula dalam bahasa ini. Pemula karena dari sini saya akan memulai cita-cita dan impian saya.
Dari beberapa orang kenalan saya baik teman-teman maupun dosen di kampus bingung saat saya menyebut bahwa saya akan mengerjakan tugas akhir S1 saya dengan bahasa pemograman D, mereka semua bingung. Mereka bingung karena tidak pernah mengenal bahasa D itu, mereka bahkan belum pernah mendengarnya. Pernah juga saat sedang mengobrol dengan mereka, mereka bertanya seperti apa bahasa D itu. Terkadang saya bingung juga menjelaskannya. Tapi menurut saya bahasa D adalah bahasa pemograman yang mirip seperti JAVA, C#, C/C++. Dan saya berharap mereka dapat mengerti dengan penjelasan saya yg sederhana itu karena tentunya di perkuliahan mereka pasti mengenal C/C++ dan JAVA. Tapi ada juga beberapa dari mereka yang menyebutnya sebagai C varian, mungkin karena kemiripannya dengan cara penulisan kode-kode program dengan bahasa pemograman C.
Tetapi kalau dipikir lebih dalam tidak tepat kalau disebut sebagai varian C tetapi menurut saya lebih pantas kalau disebut bahasa pemograman yang mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa pemograman lain seperti C, C++, JAVA, C# dan lainnya. Karena bahasa pemograman varian C yang pernah saya coba umumnya dibangun mengikuti aturan dalam bahasa C dan menambahkan fitur-fitur tambahan yang tidak ada dalam bahasa tersebut, tetapi sebagian besar masih mengacu kepada aturan dalam bahasa pemograman C. Saya dapat simpulkan seperti itu karena kalau sekilas dilihat dari cara penggunaan fungsi utama eksekusi program mirip seperti C yg menggunakan int main() atau void main(). Tetapi kalau dilihat dari cara inisialisasi variabelnya biasa dan OOP -nya mirip dengan yg digunakan pada bahasa JAVA, tetapi cara inisialisasi constructor dan destructor class berbeda dengan C++ maupun JAVA. Jadi D menurut saya adalah bahasa yg berbeda dengan C, JAVA ataupun bahasa pemograman lain yg pernah saya kenal dan coba. Saya menyukai bahasa pemograman ini sejak pertama kali mencobanya dan saya merasa senang dapat mempelajarinya.
Pernah juga saya berpikir mengapa bahasa pemograman seperti D dan beberapa lainnya kurang dikenal masyarakat terutama dunia sofware? Saya pikir ada kemungkinan karena kurang sosialisasi terhadap pasar, berbeda dengan perangkat lunak komersial yg dikembangkan SUN, Microsoft, IBM, ORACLE dan lainnya yang mensosialisasikan produk mereka dengan budget besar melalui berbagai media di seluruh dunia sehingga produk yg mereka baru saja keluarkan dapat dikenal orang dalam waktu yang singkat.
Kembali ke cita-cita dan impian yang saya tuliskan di atas, saya sedang memulainya dengan mengerjakan program untuk tugas akhir saya dengan bahasa pemograman D ini. Buat orang lain mungkin saja Tugas Akhir yang pernah dibuatnya hanyalah bentuk laporan yang diserahkan kepada perguruan tinggi saja, tetapi saya juga berencana mengembangkan program yang saya buat untuk tugas akhir saya ini ke tingkat selanjutnya selesai lulus dari bangku kuliah yang sedang saya jalani ini. ”Bukankah kita di didik dari kecil untuk bercita-cita setinggi langit?”. Dan itulah yang sekarang sedang saya raih, karena saya juga bermimpi dapat seperti mereka yang menjadi pemimpin2 hebat di masanya, generasinya. Dan sekarang ini generasi saya. Saya harap saya mampu seperti mereka dan saya harus berhasil.
Koleksi buku baru
Kemarin hari Sabtu 10 November 2007, aku menambah koleksi buku lagi dirumah. Buku-buku baru yang kubeli itu antara lain:
- Crucial conversations,
- Tyranny of The Bottom Line,
- X-Engineering The Corporation, dan
- Recent Trends in Marketing Issues
Memang belum saya baca semua yang sudah saya beli itu, baru Crucial Conversation saja, dan buku lainnya masih dalam segel plastik. Tetapi saya merasa beruntung karena buku-buku tersebut dibeli dengan harga murah di obralan dan saya pikir akan bermanfaat di masa depan ku.
OMG, TA semakin dekat.
Sebentar lag dateline TA. TA juga harus secepatnya diselesaikan. Aku bergegas mengerjakannya, tetapi ternyata library yg aku gunakan mengandung bug. Pusing, ingin menggunakan SAX, tetapi aku tidak mengerti konsep SAX. Jadi bagaimana mungkin aku menyelesaikan TA aku ini?
Kemudian aku berpikir apabila library SimpleXMLD pada bahasa D ini memiliki bugs, mengapa tidak aku buat program di PHP saja. Tetapi ternyata SimpleXML di PHP lebih sulit, dan tidak semudah tiruannya yg di bahasa D. Ditambah lagi aku sudah lama tidak menyentuh bahasa PHP, membuat aku pusing tujuh keliling ketika mencoba membuat script dengan PHP.
Selain itu bahasa C# tidak dapat digunakan semudah bahasa D, membuat aku yang pemula di C# menjadi kebingungan dalam menggunakannya pustaka XML pada bahasa C# ini.
Mau tidak mau aku harus mengubah kerangka desain dokumen XML dan kerangka desain program yang aku buat. Pengubahan ini aku lakukan hanya untuk menghindari bug pada library SimpleXMLD ini. SimpleXMLD versi 0.2, Aku harap pembuat library ini dapat segera menutupi bug ini pada versi selanjutnya secepatnya, harapan saya sebelum akhir dateline TA saya. Kalau tidak ada versi baru, saya terpaksa menggunakan yg ada saja, membuat saya merasa tidak dapat memaksimalkan kemampuan program saya.
Capek sekali 1 semester ini walaupun saya lebih banyak dirumah karena saya harus terus membongkar eBook dan buku-buku untuk mengerjakan TA ini. Kata-kata yg terus berputar-putar di kepala saya setiap hari antara lain: TA - PHP - CSS - XML - D - HXWM - SQL - HXWM - TA - PHP - D - dan terus-menerus tanpa henti. Memang ada waktu sesekali saat terlalu stres, aku meninggalkan komputer untuk nonton TV, main game online, browsing web berita, mail dan web pertemanan.
Ingin sekali segera menyelesaikan TA ini, tetapi karena terlalu banyak pertimbangan dan error checking pada setiap baris yg aku tulis. Jadinya gak selesai-selesai. Progress menjadi lambat. Tetapi sisi baiknya, setiap aku koreksi error pada kode-kode yang aku tulis dan menggantinya setiap saat, kode-kode yg aku tulis menjadi semakin baik dan pengetahuan aku dalam pemograman D juga meningkat perlahan-lahan.
Harapan aku saat ini TA aku cepat selesai. HXWM v1 menunggu untuk diselesaikan. End.
Mencari tahu XML
Beberapa hari yang lalu tepatnya hari jumat tanggal 5 Oktober 2007 pergi ke kampus, yang tadinya sih mau cari dosen untuk konsultasi skripsi, tetapi ternyata dosen tidak masuk hari itu.
Karena iseng2 saya pergi ke toko buku di gang Syahdan dekat universitas Binus kampus Syahdan. Tadinya pikir mau beli majalah komputer apabila ada yg menarik, tapi setelah melihat beberapa majalah seperti CHIP, PC Media, Info Linux, dan lain-lain tak ada yang menarik perhatian baik dari segi judul di cover majalah maupun cover isi CD yg mereka sertakan bersama majalah-majalah tersebut. DAripada pulang tidak membeli apa-apa, saya coba tanyakan pada kasir toko itu, apakah ada buku tentang XML? Si kasir memberikan buku berjudul Just XML.
Tidak seperti orang-orang yang umum ke toko buku untuk mencari buku dengan sudah mengetahui apa yang mereka cari, atau pernah memperoleh informasi dari luar tentang buku yang mereka cari. Saya tidak seperti itu, saya biasa membeli buku karena kebetulan, tanpa rencana untuk membeli buku tertentu. Saat membeli saya juga benar-benar tidak tahu apa isi buku itu maupun siapa penulisnya, bahkan saya tidak membaca siapa penulisnya hanya melihat judulnya saya. Saat itu saya pikir ini buku tentang XML seperti buku-buku komputer lainnya yang membahas satu topik sesuai judul di covernya. Maka saya memutuskan mengapa tidak mencoba membeli buku itu.
Saat pertama kali membuku buku “Just XML” ini pada bab 1 saja sudah mengejutkan saya. Tidak seperti buku-buku tentang komputer yang lain yang menulis apa yang mereka salin dari buku-buku lain sebelum mereka, buku ini sangat berbeda. Kalau saya dapat simpulkan buku ini berisi pengalaman penulis sendiri saat menggunakan XML dalam bekerja, buku ini lebih mirip seperti biografi seseorang daripada sebuah buku komputer pada beberapa bab awal. Tidak ada satupun kode-kode dalam bahasa pemrograman komputer seperti PHP, JAVA, dan lainnya. Isinya benar-benar murni segala hal tentang penggunaan XML dalam aplikasi web yang dikelolanya.
Judul Buku: JUST XML
Penulis: John E. Simpson
Penerbit Prentice Hall
Penerbit terjemahan Indonesia: PENERBIT ANDI YOGYAKARTA
Saran saya saat membaca buku ini jangan lewatkan setiap kata yang tertulis dan setiap bab dalam buku ini walaupun penulisnya mengijinkan boleh melewati bab-bab tertentu karena justru akan membingungkan pembaca untuk bacaan di bab-bab selanjutnya dari buku ini.
Tugas akhir kuliah
Semester ini tugas saya hanya satu yaitu membuat tugas akhir kuliah. Menyebutnya sebagai skripsi terdengar terlalu berat buat saya. Berat beban dan berat pikiran. Maka lebih menyenangkan mengerjakannya jika saya menganggap ini tugas akhir. Untuk semester ini saya mengulang mata kuliah tugas akhir yang saya ambil di semester 8. Dalam semester baru ini saya benar-benar mengkonstruksi ulang semuanya. Benar2 fresh dan saya akan mencari pembimbing yg mau menerima skripsi saya, beda dengan pandangan saya dulu.
Beberapa hari ini saya juga mulai mencari tujuan hidup saya, akan menjadi apa saya sesudah lulus kuliah ini. Tentunya saya harus optimis dan tidak boleh gagal karena banyak yang mendukung dan mengharapkan keberhasilan saya. Mereka sudah sering kali menanyakan kapan saya akan lulus, akan bekerja dimana, akan bekerja sebagai apa, dan masih banyak lagi.
Kembali ke tugas akhir kuliah saya. Tadinya saya akan mengikuti ide dosen membuat RSS, tetapi kalau saya pikir lagi mungkin akan kurang baik hasilnya seperti beberapa teman saya. Saya pikir dari XML ini masih banyak yang dapat saya gali. Mengapa tidak menciptakan sesuatu?. Kata “menciptakan sesuatu” merupakan kata yang sudah lama saya lupakan, saya jadi teringat dengan sebuah ayat dalam injil mengenai talenta. Saya sebenarnya memilikinya, tapi saya selama ini tidak mempergunakannya dengan baik. Lalu saya teringat tentang kebijaksanaan seperti yg diminta Salomo pada Tuhan dalam injil. Ah, dulu saya pernah juga memintanya, tetapi saya juga tidak menggunakannya dengan baik. Entah kenapa saat saya membuka Alkitab yang sudah lama saya tidak baca ada tertulis untuk tetap rajin dan optimis, mungkin Tuhan menunjukannya kepada saya karena saya sudah mulai malas melakukan sesuatu yang saya kurang sukai tetapi harus saya selesaikan. Yang saya butuhkan adalah harapan dan dukungan.
Mengenai ide tugas akhir kuliah ini saya tidak dapat katakan terlebih dahulu kepada siapapun bahkan kepada teman terdekat saya hingga saatnya tepat. Karena setelah saya beberapa waktu memikirkannya jika saya katakan maka beban saya dalam mengerjakannya akan terasa lebih berat. Saya butuh ketenangan dan pemusatan keseluruhan dalam mengerjakannya dan ini berhubungan dengan hal yang besar di luar jangkauan saya selama ini. Terlalu besar untuk dikatakan karena akan banyak yang menyepelekannya, Tapi bagi saya ini adalah besar yang tidak terkatakan.
Kata-Kata Bijak
Yohanes 3:
19. … Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21. tetapi baransiapa yang melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata. bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah
29-30Agustus2007 pukul 12:58
Hari ini ngumpulin beberapa sumber tentang OpenGL. Aku juga sudah bandingin antara SDL dan GLFW. GLFW bagus sih menurut aku hanya saja belum mendukung sound, berbeda dibandingkan SDL yang sudah lengkap semua.
Setelah ngubek dvd berlabel Empat aku, aku copy lagi glfw dll dan pendukungnya ke direktori Tango D aku. Aku coba jalanin dan ternyata header file-nya masih memerlukan modifikasi dengan versi kompiler saat ini, malas deh modifikasinya. Lalu aku pikir tentang mencari informasi license SDL dan ketemu lewat Google. Baguslah kupikir, semoga aja gak ada masalah untuk waktu kedepannya menggunakan SDL ini.
Tadi aku juga sempat download file PDF tentang penggunaan OpenGL untuk Game, tadinya mau download yg direkomendasikan di situs gamedev, tapi kegedean dan susah downloadnya kalau harus lewat situs web macam rapidshare dan sejenisnya. Setelah dilihat dan baca2 sebentar gak percumalah aku download PDF ini.
Trus entah kenapa aku kepikiran tentang DDBI yang dulu gagal aku compile. Bingung juga bisa kepikiran kesana, mungkin karena ada yg mengganjal selama ini kali. Aku coba download ulang DDBI terbaru, tapi masalahnya pada buildme.d yang membutuhkan fungsi fileproxy pada tango.file.fileproxy, cari punya cari pada Tango terbaru ini sudah gak ada dukungan file untuk class ini. Cari punya cari akhirnya ketemu penggantinya namanya FilePath. Itu ketemu berkat program findstr di command prompt. Lalu aku coba modifikasi sendiri dan jalan. Masalah kemudian muncul setelah berhasil compile, bingung deh apa yang salah dengan source code nya. Lagi pula sudah malam, aku malas harus memahami cara kerja source code orang lain, source code nya gak ada komentar yg memadai untuk dimengerti. Lalu aku pikir kenapa gak tanya Google aja? Wah ternyata sudah ada yg update buildme.d 1 hari yang lalu. Langsung aja aku download dan compile, dan sekarang gak ada masalah lagi deh. Perintahnya: “buildme -full mysql sqlite mssql”, karena aku pikir aku hanya butuh mysql, sqlite dan mssql, sedangkan yang lainnya tidak aku butuhkan. Besok paling2 aku akan cari dll pendukungnya untuk mysql, sqlite dan mssql.
Tambah malam juga tambah banyak film bagus nih, sayang saya gak di ijinkan tidur malam2 sekali,
My first post
This my first post in WordPress. I have several times change my blogs before. The last i put in Blogspot, but i think the site too slow for my dial-up connection. Then i think why not try WordPress.
So, start from now. I’ll blogging here.
-
Arsip
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- September 2008 (1)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
- Maret 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- November 2007 (3)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS