Sia-sia = Sukses
Beberapa menit yang lalu seorang teman kampus aku menulis pada online status nya di YM sebuah pesan “jgn percaya dengan apa yang belum kamu liat atau rasakan… karena nantinya akan sia..sia..”. Tapi kupikir pesan ini berbeda dengan pendapatku. Menurut pendapatku tidak ada yang namanya kesia-siaan. Mengapa saya katakan begitu?
1. Dengan mengetahui pengalaman seseorang kita dapat belajar dari pengalaman mereka. Entah itu kebenaran atau hanya karangan. Saya gak bisa melihat apa yang orang tersebut lihat dan apa yang orang itu rasakan tetapi pengalaman seseorang terkadang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.
2. Dari yang mungkin menurut orang lain apa yang saya lakukan adalah kesia-siaan bagi mereka, sebenarnya dalam tindakan saya itu adalah sebuah proses pendewasaan diri. Melalui proses ini saya memperoleh banyak pengalaman.
3. Dalam hal religius Tuhan Yesus belum pernah saya lihat, tetapi saya percaya dia ada. Dan saya tahu dia memperhatikan setiap yang saya lakukan dan saya pikirkan. Karena saya sudah melihat mukjizatnya dalam hidup saya setiap hari.
Dapat saya katakan tidak ada yang namanya kesia-siaan, pertanyaannya adalah dari kegagalan demi kegagalan yang kita lalui, apakah kamu ingin bangkit?
Dalam Alkitab pada Yohanes 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
Stress makes you slow
Baru saja terpikir judul post aku kali ini yaitu “stress makes you slow”. Beberapa minggu ini aku merasa stress karena berbagai hal dimana salah satunya adalah tekanan untuk menyelesaikan skripsi karena skripsi ini sudah menjadi hal terpenting untuk segera diselesaikan semester ini. Pada saat mengerjakan ini tentunya ada juga beberapa hal yang cukup membuatku tertekan diantaranya adalah polusi suara. Dan polusi suara yang sangat tidak enak didengar itu sangat mengganggu karena dapat membuatku stress sehingga bukannya dapat mengerjakannya tapi malah membuat aku ingin melarikan diri dari mengerjakannya.Untunglah yang stress itu aku apabila orang lain yang stress dan kemudian diganggu mungkin saja sudah mengamuk dan marah besar. Karena aku cinta damai dan gak suka bertengkar dengan orang lain, walaupun begitu aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran. Beberapa hal yang aku pelajari minggu ini yaitu orang akan mudah marah pada saat stress, contohnya adalah seorang teman kuliahku yang stres gara-gara menggunakan joki programer untuk mengerjakan tugas kuliahnya dan ternyata programer itu gagal mengerjakan tepat waktu yang ditentukan. Dan saat aku yang menyapanya lewat Yahoo Messenger pada saat ia sedang kesal dengan programernya, ia membalas chat aku dengan gambar emoticon dan mogok untuk membicarakan hal lain di luar tugas kuliahnya itu. Aku hanya dapat berharap ia dapat berhasil menyelesaikan tugasnya itu.
Kembali ke polusi suara yang bikin aku stres, dan ternyata suara-suara dari lingkungan sekitar aku seperti suara sinetron Indonesia yang penuh bentakan( tau lah, itu sinetron Indonesia yang tampil di televisi itu setiap hari dari jaman dulu banget sampe sekarang memang isinya gak ada yg bermutu. Isinya cuma caci-maki, hinaan dan bentakan), suara mesin pembetulan jalan dan galian, dan polusi suara lainnya benar-benar membuatku kesal dan terganggu. Dan cara terbaik untuk mengatasi stres ini bukanlah melarikan diri kepada hal-hal yang tidak berguna seperti menonton movie, bermain game untuk mencari kesenangan sesaat yang menghabiskan waktu. Karena apabila dikejar deadline melarikan diri ke hal-hal tersebut untuk menurunkan stres bukan hal yang baik. Tetapi setelah mendengarkan musik yang menyenangkan hati dengan headphone sambil mengerjakan apa yang ingin aku kerjakan, aku menjadi lebih bersemangat mengerjakannya.
Sekarang aku lagi dengerin beberapa lagu-lagu rohani yang dapat menurunkan stres aku seperti: Mujizat itu nyata, Hidupku ajaib, Mujizat Allah, Mujizat terjadi, Tiada yang mustahil, Dia buka jalan, dan lain-lain.
D, varian C dan mimpi2 saya tentang akan datang
Pertama-tama saya bukan ahli dalam bahasa D ini, tetapi saya hanyalah seorang pemula dalam bahasa ini. Pemula karena dari sini saya akan memulai cita-cita dan impian saya.
Dari beberapa orang kenalan saya baik teman-teman maupun dosen di kampus bingung saat saya menyebut bahwa saya akan mengerjakan tugas akhir S1 saya dengan bahasa pemograman D, mereka semua bingung. Mereka bingung karena tidak pernah mengenal bahasa D itu, mereka bahkan belum pernah mendengarnya. Pernah juga saat sedang mengobrol dengan mereka, mereka bertanya seperti apa bahasa D itu. Terkadang saya bingung juga menjelaskannya. Tapi menurut saya bahasa D adalah bahasa pemograman yang mirip seperti JAVA, C#, C/C++. Dan saya berharap mereka dapat mengerti dengan penjelasan saya yg sederhana itu karena tentunya di perkuliahan mereka pasti mengenal C/C++ dan JAVA. Tapi ada juga beberapa dari mereka yang menyebutnya sebagai C varian, mungkin karena kemiripannya dengan cara penulisan kode-kode program dengan bahasa pemograman C.
Tetapi kalau dipikir lebih dalam tidak tepat kalau disebut sebagai varian C tetapi menurut saya lebih pantas kalau disebut bahasa pemograman yang mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa pemograman lain seperti C, C++, JAVA, C# dan lainnya. Karena bahasa pemograman varian C yang pernah saya coba umumnya dibangun mengikuti aturan dalam bahasa C dan menambahkan fitur-fitur tambahan yang tidak ada dalam bahasa tersebut, tetapi sebagian besar masih mengacu kepada aturan dalam bahasa pemograman C. Saya dapat simpulkan seperti itu karena kalau sekilas dilihat dari cara penggunaan fungsi utama eksekusi program mirip seperti C yg menggunakan int main() atau void main(). Tetapi kalau dilihat dari cara inisialisasi variabelnya biasa dan OOP -nya mirip dengan yg digunakan pada bahasa JAVA, tetapi cara inisialisasi constructor dan destructor class berbeda dengan C++ maupun JAVA. Jadi D menurut saya adalah bahasa yg berbeda dengan C, JAVA ataupun bahasa pemograman lain yg pernah saya kenal dan coba. Saya menyukai bahasa pemograman ini sejak pertama kali mencobanya dan saya merasa senang dapat mempelajarinya.
Pernah juga saya berpikir mengapa bahasa pemograman seperti D dan beberapa lainnya kurang dikenal masyarakat terutama dunia sofware? Saya pikir ada kemungkinan karena kurang sosialisasi terhadap pasar, berbeda dengan perangkat lunak komersial yg dikembangkan SUN, Microsoft, IBM, ORACLE dan lainnya yang mensosialisasikan produk mereka dengan budget besar melalui berbagai media di seluruh dunia sehingga produk yg mereka baru saja keluarkan dapat dikenal orang dalam waktu yang singkat.
Kembali ke cita-cita dan impian yang saya tuliskan di atas, saya sedang memulainya dengan mengerjakan program untuk tugas akhir saya dengan bahasa pemograman D ini. Buat orang lain mungkin saja Tugas Akhir yang pernah dibuatnya hanyalah bentuk laporan yang diserahkan kepada perguruan tinggi saja, tetapi saya juga berencana mengembangkan program yang saya buat untuk tugas akhir saya ini ke tingkat selanjutnya selesai lulus dari bangku kuliah yang sedang saya jalani ini. ”Bukankah kita di didik dari kecil untuk bercita-cita setinggi langit?”. Dan itulah yang sekarang sedang saya raih, karena saya juga bermimpi dapat seperti mereka yang menjadi pemimpin2 hebat di masanya, generasinya. Dan sekarang ini generasi saya. Saya harap saya mampu seperti mereka dan saya harus berhasil.
Koleksi buku baru
Kemarin hari Sabtu 10 November 2007, aku menambah koleksi buku lagi dirumah. Buku-buku baru yang kubeli itu antara lain:
- Crucial conversations,
- Tyranny of The Bottom Line,
- X-Engineering The Corporation, dan
- Recent Trends in Marketing Issues
Memang belum saya baca semua yang sudah saya beli itu, baru Crucial Conversation saja, dan buku lainnya masih dalam segel plastik. Tetapi saya merasa beruntung karena buku-buku tersebut dibeli dengan harga murah di obralan dan saya pikir akan bermanfaat di masa depan ku.
OMG, TA semakin dekat.
Sebentar lag dateline TA. TA juga harus secepatnya diselesaikan. Aku bergegas mengerjakannya, tetapi ternyata library yg aku gunakan mengandung bug. Pusing, ingin menggunakan SAX, tetapi aku tidak mengerti konsep SAX. Jadi bagaimana mungkin aku menyelesaikan TA aku ini?
Kemudian aku berpikir apabila library SimpleXMLD pada bahasa D ini memiliki bugs, mengapa tidak aku buat program di PHP saja. Tetapi ternyata SimpleXML di PHP lebih sulit, dan tidak semudah tiruannya yg di bahasa D. Ditambah lagi aku sudah lama tidak menyentuh bahasa PHP, membuat aku pusing tujuh keliling ketika mencoba membuat script dengan PHP.
Selain itu bahasa C# tidak dapat digunakan semudah bahasa D, membuat aku yang pemula di C# menjadi kebingungan dalam menggunakannya pustaka XML pada bahasa C# ini.
Mau tidak mau aku harus mengubah kerangka desain dokumen XML dan kerangka desain program yang aku buat. Pengubahan ini aku lakukan hanya untuk menghindari bug pada library SimpleXMLD ini. SimpleXMLD versi 0.2, Aku harap pembuat library ini dapat segera menutupi bug ini pada versi selanjutnya secepatnya, harapan saya sebelum akhir dateline TA saya. Kalau tidak ada versi baru, saya terpaksa menggunakan yg ada saja, membuat saya merasa tidak dapat memaksimalkan kemampuan program saya.
Capek sekali 1 semester ini walaupun saya lebih banyak dirumah karena saya harus terus membongkar eBook dan buku-buku untuk mengerjakan TA ini. Kata-kata yg terus berputar-putar di kepala saya setiap hari antara lain: TA - PHP - CSS - XML - D - HXWM - SQL - HXWM - TA - PHP - D - dan terus-menerus tanpa henti. Memang ada waktu sesekali saat terlalu stres, aku meninggalkan komputer untuk nonton TV, main game online, browsing web berita, mail dan web pertemanan.
Ingin sekali segera menyelesaikan TA ini, tetapi karena terlalu banyak pertimbangan dan error checking pada setiap baris yg aku tulis. Jadinya gak selesai-selesai. Progress menjadi lambat. Tetapi sisi baiknya, setiap aku koreksi error pada kode-kode yang aku tulis dan menggantinya setiap saat, kode-kode yg aku tulis menjadi semakin baik dan pengetahuan aku dalam pemograman D juga meningkat perlahan-lahan.
Harapan aku saat ini TA aku cepat selesai. HXWM v1 menunggu untuk diselesaikan. End.
-
Arsip
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- September 2008 (1)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
- Maret 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- November 2007 (3)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS