WIPAKS Base 0.0.4
WIPAKS Base ini program terbaru gw yang masih dalam pengembangan. Sampai hari ini masih di versi 0.0.4. Gw menambahkan kata ‘base’ di belakang nama program gw karena pada saatnya nanti kebanyakan aplikasi sistem informasi atau aplikasi berbasis database gw akan dikembangkan bersama program WIPAKS ini.
Program WIPAKS sendiri bertugas sebagai kendali atas program database yang nantinya gw kembangkan itu. Hingga versi 0.0.4 ini, program gw belum dapat berjalan seperti yg gw harapkan.
Fitur yang baru selesai sekitar kurang lebih 50% adalah:
- Jendela form untuk mengatur otentikasi akun pengguna. Fungsi ini tentunya untuk mencegah bukan pengguna untuk mengakses program gw dong. Kan ada Jendela loginnya di depan.
- Jendela form untuk mengatur pilihan profil database. Fungsi ini memungkinkan program WIPAKS tidak terikat pada satu database. (Jadi nantinya diharapkan gak ada pengguna yang komplen program gw ada error waktu mau buka database. Karena semua kendali pengaturan koneksi ada di tangan admin, juga pengguna gak bisa seenaknya nyelonong pake aplikasi SI yang bukan haknya.)
- Jendela form kategori otentikasi. Fungsi ini mengatur setelan dasar program WIPAKS. Mengendalikan yang nomor 1 dan 2 yg gw tulis di atasnya.
Fitur yang masih dalam tahap desain itu adalah gimana koneksi database-nya. Krn masalahnya ada pada desain awal di no 1, 2, 3. Database yang akan di dukung adalah database mysql.
Spesifikasi pengembangan:
- Aplikasi untuk Windows: Windows XP
- Database yang digunakan: SQLITE, Mysql, lainnya menyusul
- Bahasa pemograman: Digitalmars D, SQL
- Pustaka pengembangan: Phobos, DFL, DDBI
Akhirnya pake SMART JUMP juga
Setelah lama berpikir mau pake internet apa nantinya, karena gw orangnya cukup mobile dan gak memungkinkan buat gw untuk menggunakan internet kayak speedy dan sejenisnya. Maka beberapa hari yang lalu akhirnya gw beli juga deh ke Galeri Smart di Menteng.
Kalo dari rumah si cukup naek ojek, berhubung gw gak tau jalan kalo nyari sendiri. Apalagi jalan kaki yg lumayan jauh. Sesampainya di Galeri yang dilayani cewek di konter 11, langsung to the Point deh, nanya tentang modem. Harga modemnya yg prabayar lumayan mahal seharga 1.049.000,- rupiah kalo dibanding beli hp aja. Kalo beli hp nya yg bisa internetan juga sih cuman 300 ribuan. Tapi berhubung gw dah kepengen cepet-cepet nyobain yg namanya EVDO itu maka dah gak bisa berpikir dengan jernih deh.
Setelah beli di demo sebentar sama yg ngelayani gw di konter itu, dalam paket bundel itu gak dikasih CD Drivernya, katanya ada driver nya ada dalam modemnya. Dan setelah selesai, tambahan beli beberapa voucher dan langsung pulang.
Begitu gw colok di laptop gw….. APA gak terdetek dan keluar tuh instalasi driver modem nya di laptop gw. Untung gw belom matiin Starone gw jadi masuk internet dulu pake Starone guna download driver modem SMART JUMP ini dari website nya. Untung ada, kalo gak gw bisa bulak-balik ke Galeri nya sono..
Dan ternyata koneksinya tidak mengecewakan saat dipakai di Jakarta Pusat, daerah Tanah Abang. Kecepatan download file saat mendapat sinyal EVDO mencapai 100KB/s. Wow, untuk pertama kalinya pake internet kenceng gini. Tapi berhubung gw gak bisa cuti lama-lama akhirnya kembali lah gw ke tempat kerja gw di Puncak. Tapi sayang sekali di daerah Puncak ini gw hanya mendapat sinyal 1x bukan EVDO. Kecepatan download hanya naek turun di kisaran 13KB/s. Yah gpp deh, yang penting sekarang dah ada internet sendiri.
Akhir kata, gw mohon kalo ada orang SMART yg mampir ke blog gw ini, please….. EVDO nya dong buat daerah Puncak – Bogor.
Web Browser Alternatif
Tadinya saya mau buat post di blog saya ini mengenai penyedia seluler di Indonesia, tapi dah lupa mau menulis apa. Penyebabnya? Browser favorit gw yaitu Opera ternyata gak kompatibel dengan wordpress. Jadi trus gw nyari2 browser laen deh. Cari-cari firefox di start menu komputer gw, ternyata emang sejak gw install ulang sistem operasi, emang gw lupa install firefox. hahahaha….
So….. jangan pikir deh gw bakal bongkar-bongkar cd/dvd gw buat nyari install-an firefox. Kebetulan mau cari alternatif lain. Safari? hmm, i think its not my style to install that one on my windows.
Ah, teringat gw dengan salah satu pemain lama web browser yang saingan terbesar Internet Explorer yaitu Netscape. Dan gw buka site-nya. Do you know what the site advise? Firefox, and Flock. Apa lagi itu Browser yang namanya Flock itu. Gw buka site nya yang gw temukan cuma tampilan keren aja. Wahhhh, no way.
Dan Netscape ternyata dah di tinggalkan, digantikan penggantinya yaitu Firefox. Tapi gw tetap aja memilih Netscape, dan sekarang jadi browser andalan gw setelah Opera.
Aplikasi Billing Warnet
Sebenarnya keinginan untuk membuat aplikasi billing warnet buatan sendiri sudah dari kelas 2 SMA dulu. Tapi saat itu belum tau buat pakai apa.
Beberapa teman gw bilang “kenapa gak pake Billing Open source yg ada aja, paling tinggal di ubah-ubah aja”. Tapi gw tetap aja gak mau pake Billing buatan orang, krn gw pikir kalo bisa buat aplikasi sendiri baru bisa gw banggakan hal tersebut.
Oke kembali ke Billing warnet, aku saat ini sedang dalam tahap perencanaan sistem. Beberapa rencanaku saat ini yaitu:
Kebutuhan software buat pengembangan: D(programming language), Tango(Core), DWT(GUI).
Dukungan database: MSSQL MYSQL, Postgres SQL, ORACLE.
Dukungan Sistem Operasi: Windows dan Linux.
Dalam tahap perencanaan ini juga program akan dibagi menjadi 3 bagian yang kuberi nama: Client, Server dan Admin.
….
Dan kemudian apakah aplikasi ini akan menjadi Open Source/Freeware/Ads-ware/Commercial, hal tersebut belum dapat kupastikan.
——
Tulisan saat ini akan terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.
DWT: GUI multi platform berbasis D
Sekarang lagi mulai mempelajari DWT nih, sebelumnya sih pake DFL. Harapan saya sih yaitu dengan menguasai DWT, aplikasi saya nantinya dapat dijalankan di 2 sistem operasi: Windows dan Linux.
Kalo dari segi ukuran hasil kompilasi sih besar sekali kalau dibanding dengan DFL, tapi kalo dari segi fitur bedanya jauh. Kalau DFL dirancang khusus untuk bahasa D, sedangkan DWT merupakan SWT (SWT ini adalah GUI seperti Swing dan AWT yang ada pada bahasa JAVA) untuk bahasa D.
Kekurangan: tidak ada dokumentasi untuk pemula yang ingin belajar seperti saya. Semua dokumen dan contoh program untuk DWT, dapat mengambil dari sumber SWT. Contoh kode program dari SWT hanya butuh sedikit perubahan untuk penyesuaian dengan DWT agar dapat di compile.
- Untuk DWT dapat di download di: www.dsource.org/projects/dwt.
- Untuk Contoh DWT dapat di download di http://www.dsource.org/projects/dwt-samples/browser
- Untuk compiler bahasa D yang sudah di bundel dengan Tango dapat di download di http://www.dsource.org/projects/tango
- Untuk program BUD dapat di download di http://www.dsource.org/projects/tango
TA akhirnya selesai
Kemaren sidang skripsi tanggal 29 Februari 2008, akhirnya aku dinyatakan lulus. Horeee, senengnya aku. Tak sia-sia pengorbananku dan cita-citaku yang kutuangkan dalam program yang aku jadikan skripsi aku. Dalam skripsi aku ini aku membuat sebuah generator yang dapat menghasilkan web. Skripsi aku ini aku beri judul “Perancangan Generator Web dengan Bahasa D”.
Sekarang tinggal revisi dan wisuda deh. Wuih senengnya :))
D, varian C dan mimpi2 saya tentang akan datang
Pertama-tama saya bukan ahli dalam bahasa D ini, tetapi saya hanyalah seorang pemula dalam bahasa ini. Pemula karena dari sini saya akan memulai cita-cita dan impian saya.
Dari beberapa orang kenalan saya baik teman-teman maupun dosen di kampus bingung saat saya menyebut bahwa saya akan mengerjakan tugas akhir S1 saya dengan bahasa pemograman D, mereka semua bingung. Mereka bingung karena tidak pernah mengenal bahasa D itu, mereka bahkan belum pernah mendengarnya. Pernah juga saat sedang mengobrol dengan mereka, mereka bertanya seperti apa bahasa D itu. Terkadang saya bingung juga menjelaskannya. Tapi menurut saya bahasa D adalah bahasa pemograman yang mirip seperti JAVA, C#, C/C++. Dan saya berharap mereka dapat mengerti dengan penjelasan saya yg sederhana itu karena tentunya di perkuliahan mereka pasti mengenal C/C++ dan JAVA. Tapi ada juga beberapa dari mereka yang menyebutnya sebagai C varian, mungkin karena kemiripannya dengan cara penulisan kode-kode program dengan bahasa pemograman C.
Tetapi kalau dipikir lebih dalam tidak tepat kalau disebut sebagai varian C tetapi menurut saya lebih pantas kalau disebut bahasa pemograman yang mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa pemograman lain seperti C, C++, JAVA, C# dan lainnya. Karena bahasa pemograman varian C yang pernah saya coba umumnya dibangun mengikuti aturan dalam bahasa C dan menambahkan fitur-fitur tambahan yang tidak ada dalam bahasa tersebut, tetapi sebagian besar masih mengacu kepada aturan dalam bahasa pemograman C. Saya dapat simpulkan seperti itu karena kalau sekilas dilihat dari cara penggunaan fungsi utama eksekusi program mirip seperti C yg menggunakan int main() atau void main(). Tetapi kalau dilihat dari cara inisialisasi variabelnya biasa dan OOP -nya mirip dengan yg digunakan pada bahasa JAVA, tetapi cara inisialisasi constructor dan destructor class berbeda dengan C++ maupun JAVA. Jadi D menurut saya adalah bahasa yg berbeda dengan C, JAVA ataupun bahasa pemograman lain yg pernah saya kenal dan coba. Saya menyukai bahasa pemograman ini sejak pertama kali mencobanya dan saya merasa senang dapat mempelajarinya.
Pernah juga saya berpikir mengapa bahasa pemograman seperti D dan beberapa lainnya kurang dikenal masyarakat terutama dunia sofware? Saya pikir ada kemungkinan karena kurang sosialisasi terhadap pasar, berbeda dengan perangkat lunak komersial yg dikembangkan SUN, Microsoft, IBM, ORACLE dan lainnya yang mensosialisasikan produk mereka dengan budget besar melalui berbagai media di seluruh dunia sehingga produk yg mereka baru saja keluarkan dapat dikenal orang dalam waktu yang singkat.
Kembali ke cita-cita dan impian yang saya tuliskan di atas, saya sedang memulainya dengan mengerjakan program untuk tugas akhir saya dengan bahasa pemograman D ini. Buat orang lain mungkin saja Tugas Akhir yang pernah dibuatnya hanyalah bentuk laporan yang diserahkan kepada perguruan tinggi saja, tetapi saya juga berencana mengembangkan program yang saya buat untuk tugas akhir saya ini ke tingkat selanjutnya selesai lulus dari bangku kuliah yang sedang saya jalani ini. ”Bukankah kita di didik dari kecil untuk bercita-cita setinggi langit?”. Dan itulah yang sekarang sedang saya raih, karena saya juga bermimpi dapat seperti mereka yang menjadi pemimpin2 hebat di masanya, generasinya. Dan sekarang ini generasi saya. Saya harap saya mampu seperti mereka dan saya harus berhasil.
Mencari tahu XML
Beberapa hari yang lalu tepatnya hari jumat tanggal 5 Oktober 2007 pergi ke kampus, yang tadinya sih mau cari dosen untuk konsultasi skripsi, tetapi ternyata dosen tidak masuk hari itu.
Karena iseng2 saya pergi ke toko buku di gang Syahdan dekat universitas Binus kampus Syahdan. Tadinya pikir mau beli majalah komputer apabila ada yg menarik, tapi setelah melihat beberapa majalah seperti CHIP, PC Media, Info Linux, dan lain-lain tak ada yang menarik perhatian baik dari segi judul di cover majalah maupun cover isi CD yg mereka sertakan bersama majalah-majalah tersebut. DAripada pulang tidak membeli apa-apa, saya coba tanyakan pada kasir toko itu, apakah ada buku tentang XML? Si kasir memberikan buku berjudul Just XML.
Tidak seperti orang-orang yang umum ke toko buku untuk mencari buku dengan sudah mengetahui apa yang mereka cari, atau pernah memperoleh informasi dari luar tentang buku yang mereka cari. Saya tidak seperti itu, saya biasa membeli buku karena kebetulan, tanpa rencana untuk membeli buku tertentu. Saat membeli saya juga benar-benar tidak tahu apa isi buku itu maupun siapa penulisnya, bahkan saya tidak membaca siapa penulisnya hanya melihat judulnya saya. Saat itu saya pikir ini buku tentang XML seperti buku-buku komputer lainnya yang membahas satu topik sesuai judul di covernya. Maka saya memutuskan mengapa tidak mencoba membeli buku itu.
Saat pertama kali membuku buku “Just XML” ini pada bab 1 saja sudah mengejutkan saya. Tidak seperti buku-buku tentang komputer yang lain yang menulis apa yang mereka salin dari buku-buku lain sebelum mereka, buku ini sangat berbeda. Kalau saya dapat simpulkan buku ini berisi pengalaman penulis sendiri saat menggunakan XML dalam bekerja, buku ini lebih mirip seperti biografi seseorang daripada sebuah buku komputer pada beberapa bab awal. Tidak ada satupun kode-kode dalam bahasa pemrograman komputer seperti PHP, JAVA, dan lainnya. Isinya benar-benar murni segala hal tentang penggunaan XML dalam aplikasi web yang dikelolanya.
Judul Buku: JUST XML
Penulis: John E. Simpson
Penerbit Prentice Hall
Penerbit terjemahan Indonesia: PENERBIT ANDI YOGYAKARTA
Saran saya saat membaca buku ini jangan lewatkan setiap kata yang tertulis dan setiap bab dalam buku ini walaupun penulisnya mengijinkan boleh melewati bab-bab tertentu karena justru akan membingungkan pembaca untuk bacaan di bab-bab selanjutnya dari buku ini.
-
Arsip
- Agustus 2009 (2)
- Januari 2009 (1)
- September 2008 (1)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (1)
- Maret 2008 (3)
- Februari 2008 (2)
- November 2007 (3)
- Oktober 2007 (1)
- September 2007 (2)
- Agustus 2007 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS